Penelitian terakhir menunjukkan Sunan Gunung Jati
tidak sama dengan Fatahillah. Sunan
Gunung Jati adalah seorang ulama besar dan
muballigh yang lahir turun-temurun dari para ulama keturunan cucu Muhammad, Imam Husayn. Nama asli Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayatullah putra Syarif Abdullah putra Nurul Alam putra Jamaluddin
Akbar. Jamaluddin Akbar adalah Musafir besar dari Gujarat, India yang memimpin
putra-putra dan cucu-cucunya berdakwah ke Asia Tenggara, dengan Campa (pinggir
delta Mekong, Kampuchea sekarang) sebagai markas besar. Salah satu
putra Syekh Jamaluddin Akbar (lebih dikenal sebagai Syekh Maulana Akbar) adalah Syekh
Ibrahim Akbar (ayah Sunan Ampel).
Sedangkan Fatahillah adalah seorang Panglima Pasai, bernama
Fadhlulah Khan, orang Portugis melafalkannya sebagai Falthehan. Ketika Pasai
dan Malaka direbut Portugis, ia hijrah ke tanah Jawa untuk memperkuat armada
kesultanan-kesultanan Islam di Jawa (Demak, Cirebon dan Banten) setelah
gugurnya Raden Abdul Qadir bin Yunus (Pati Unus, menantu Raden
Patah Sultan Demak pertama).
Dalam wawancara dengan majalah Gatra di akhir dekade 90,
alm. Sultan Sepuh Cirebon juga mengkonfirmasi perbedaan 2 tokoh besar ini
dengan menunjukkan bukti 2 makam yang berbeda. Syarif Hidayatullah yang
bergelar Sunan Gunung Jati sebenarnya dimakamkan di Gunung Sembung, sementara
Fatahillah (yang menjadi menantunya dan Panglima Perang pengganti Pati Unus)
dimakamkan di Gunung Jati.
Menurut Saleh Danasasmita sejarawan Sunda yang menulis sejarah Pajajaran dalam bab Surawisesa, Fadhlullah Khan masih berkerabat dengan Walisongo
karena kakek buyutnya Zainal Alam Barakat adalah adik dari Nurul Alam Amin
(kakek Sunan Gunung Jati) dan kakak dari Ibrahim Zainal Akbar (ayah Sunan
Ampel) yang semuanya adalah putra-putra Syekh Maulana Akbar dari Gujarat,India.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar