Peninggalan
Sejarah Hindu di Indonesia
a. Candi
Candi adalah bangunan yang biasanya terdiri dari tiga
bagian, yaitu kaki, tubuh, dan atap. Pada candi Hindu biasanya terdapat arca
perwujudan tiga dewa utama dalam ajaran Hindu. Tiga dewa itu adalah Brahma,
Wisnu, dan Syiwa. Brahma adalah dewa pencipta, Wisnu dewa pemelihara, dan Syiwa
dewa pelebur. Pada dinding candi terdapat relief, yaitu gambar timbul yang
biasanya dibuat dengan cara memahat. Relief mengisahkan sebuah cerita.
Candi peninggalan Hindu yang terkenal adalah Candi Prambanan atau Candi Loro
Jonggrang. Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9. Di dalam candi ini terdapat
patung Trimurti dan relief yang mengisahkan cerita Ramayana. Tokoh dalam cerita
Ramayana adalah Rama, Shinta, dan Burung Jatayu.
Candi-candi peninggalan agama Hindu :
|
No
|
Nama Candi
|
Lokasi Penemuan
|
Pembuatan
(Abad Ke)
|
Peninggalan
|
|
1
|
Prambanan
|
Yogyakarta
|
7 M
|
Mataram Lama
|
|
2
|
Dieng
|
Dieng, Jateng
|
7 M
|
Mataram Lama
|
|
3
|
Badut
|
Malang, Jatim
|
Tahun 760 M
|
Kanjuruhan
|
|
4
|
Canggal
|
Jawa Tengah
|
8 M
|
Mataram Lama
|
|
5
|
Gedong Sanga
|
Jawa Tengah
|
8 M
|
Mataram Lama
|
|
6
|
Panataran
|
Blitar, Jatim
|
11 M
|
Kediri
|
|
7
|
Sawentar
|
Blitar, Jatim
|
12 M
|
Singasari
|
|
8
|
Kidal
|
Jawa Timur
|
12 M
|
Singasari
|
|
9
|
Singasari
|
Jawa Timur
|
12 M
|
Singasari
|
|
10
|
Sukuh
|
Karanganyar, Jateng
|
13 M
|
Majapahit
|
b. Prasasti
Prasasti adalah benda peninggalan sejarah yang berisi tulisan dari masa lampau.
Tulisan itu dicatat di atas batu, logam, tanah liat, dan tanduk binatang.
Prasasti peninggalan Hindu ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa
Sansekerta. Prasasti tertua adalah Prasasti Yupa, dibuat sekitar tahun 350-400
M. Prasasti Yupa berasal dari Kerajaan Kutai. Yupa adalah tiang batu yang
digunakan pada saat upacara korban. Hewan kurban ditambatkan pada tiang ini.
Prasasti Yupa terdiri dari tujuh batu bertulis. Isi Prasasti Yupa adalah syair
yang mengisahkan Raja Mulawarman. Berikut ini daftar prasasti-prasasti
peninggalan kebudayaan Hindu.
|
No
|
Nama Prasasti
|
Lokasi Penemuan
|
Pembuatan
|
Peninggalan
|
|
1
|
Kutai
|
Kutai, Kaltim
|
Abad ke-4 M
|
Kutai
|
|
2
|
Ciaruteun
|
Bogor, Jabar
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
3
|
Tugu
|
Cilincing, Jakut
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
4
|
Jambu
|
Bogor, Jabar
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
5
|
Kebon Kopi
|
Bogor, Jabar
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
6
|
Cidanghiang
|
Pandeglang
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
7
|
Pasir Awi
|
Leuwiliang, Jabar
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
8
|
Muara Cianten
|
Bogor, Jabar
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
9
|
Canggal
|
Magelang, Jateng
|
Abad ke-7 M
|
Mataram Lama
|
|
10
|
Kalasan
|
Yogyakarta
|
Tahun 732 M
|
Mataram Lama
|
|
11
|
Dinoyo
|
Malang, Jatim
|
Tahun 760 M
|
Mataram Lama
|
|
12
|
Kedu
|
Temanggung, Jateng
|
Tahun 778 M
|
Mataram Lama
|
|
13
|
Sanur
|
Bali
|
Abad ke-9 M
|
Bali
|
c. Patung
Wujud patung Hindu antara lain hewan dan manusia. Patung berupa hewan dibuat
karena hewan tersebut dianggap memiliki kesaktian. Patung berupa manusia dibuat
untuk mengabadikan tokoh tertentu dan untuk menggambarkan dewa dewi. Contoh
patung peninggalan kerajaan Hindu yang terkenal adalah Patung Airlangga sedang
menunggang garuda. Dalam patung itu, Airlangga digambarkan sebagai penjelmaan
Dewa Wisnu.
Patung-patung peninggalan kerajaan Hindu :
|
No
|
Nama Patung
|
Lokas Penemuan
|
Pembuatan
|
Peninggalan
|
|
1
|
Trimurti
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
Dwarapala
|
Bogor, Jabar
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
3
|
Wisnu Cibuaya I
|
Cibuaya, Jabar
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
4
|
Wisnu Cibuaya II
|
Cibuaya, Jabar
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
5
|
Rajasari
|
Jakarta
|
Abad ke-5 M
|
Tarumanegara
|
|
6
|
Airlangga
|
Medangkamulan
|
Abad ke-10 M
|
Medangkamulan
|
|
7
|
Ken Dedes
|
Kediri, Jatim
|
Abad ke-12 M
|
Kediri
|
|
8
|
Kertanegara
|
Jawa Timur
|
Abad ke-12 M
|
Singasari
|
|
9
|
Kertarajasa
|
Mojokerto, Jatim
|
Abad ke-13 M
|
Majapahit
|
d. Karya sastra (Kitab)
Karya sastra peninggalan kerajaan Hindu berbentuk kakawin atau kitab.
Kitab-kitab peninggalan itu berisi catatan sejarah. Umumnya karya sastra
peninggalan sejarah Hindu ditulis dengan huruf Pallawa dalam bahasa Sansekerta
pada daun lontar. Karya sastra yang terkenal antara lain Kitab Baratayuda dan
Kitab Arjunawiwaha. Kitab Baratayuda dikarang Empu Sedah dan Empu Panuluh.
Kitab Baratayuda berisi cerita keberhasilan Raja Jayabaya dalam mempersatukan
Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala. Kitab Arjunawiwaha berisi pengalaman
hidup dan keberhasilan Raja Airlangga. Berikut ini daftar kitab-kitab
peninggalan sejarah Hindu di Indonesia.
e. Tradisi
Tradisi adalah kebiasaan nenek moyang yang masih
dijalankan oleh masyarakat saat ini. Tradisi agama Hindu banyak ditemukan di
daerah Bali karena penduduk Bali sebagian besar beragama Hindu. Tradisi agama
Hindu yang berkembang di Bali, antara lain:
1. Upacara Nelubulanin :
ketika bayi berumur 3 bulan
2. Upacara Potong Gigi :
mapandes
3. Upacara pembakaran
mayat (Ngaben)
4. Ziarah : mengunjungi
makam orang suci dan tempat suci leluhur seperti candi.
Peninggalan sejarah Buddha di Indonesia
a. Candi
1. Candi Borobudur
Didirikan pada tahun 824 Masehi (746 Saka) oleh Raja Mataram bernama Samaratungga, dari keturunan Syailendra. Candi ini didirikan untuk menghormati pendiri Dinasti Syailendra. Raja-raja Syailendra menganut agama Budha Mahayana. Bangunan candi terdiri dari 10 tingkat yang dibangun menjadi 3 bagian. Seluruh bangunan candi memuat relief, antara lain :
· Karmawibangga, yaitu relief yang menggambarkan berlakunya hukum sebab akibat (karma) bagi yang melakukannya.
· Lalitavistara, yaitu (kisah sandiwara). Kehidupan Budha yang bergelimang harta hanyalah sandiwara belaka.
· Awadana dan Jataka, relief ini menggambarkan tentang kehidupan Budha di masa lalu (Awadana) dan kisah tentang perbuatan kepahlawanan orang-orang suci (Jataka).
Sejak ditemukan kembali tahun 1814, mulai dilakukan usaha-usaha perbaikan diantaranya :
§ 1907 – 1911, dipimpin Tb. Van Erp (orang Belanda).
§ Tahun 1956, UNESCO mengirim utusan Dr. Coremans dari Belgia untuk penelitian akibat kerusakan candi.
§ Tahun 1971, Menteri Pendirikan dan Kebudayaan RI membentuk badan pemugaran candi.
§ Tahun 1973 – 1983, pemugaran ke-2 dan mendapat bantuan dari UNESCO.
2. Candi Mendut
Didirikan oleh Raja Indra tahun 824 terletak di sebelah timur Candi Borobudur. Ada 3 patung Budha yaitu, Cakramurti (duduk bersila), Awalokiteswara dan Maitrya.
3. Candi Kalasan
Didirikan tahun 778 M oleh keluarga Syailendra sebagai bangunan suci Dewi Tara yang diduga isteri dari Budha. Didalamnya terdapat arca Dewi Tara terbuat dari perunggu.
4. Candi-candi di Jawa Timur, antara lain : Candi Kidal (Malang) pada masa Raja Anusapati, Candi Jago (Malang) pada masa Wisnuwardana, Candi Jawi (dekat Prigen) masa Kertanegara sebagai Candi Siwa Budha, Candi Panataran (dekat Blitar).
5. Candi-candi Budha di Sumatera ; Komplek Candi Padang Lawas (Tapanuli), Candi Muara Takus (Jambi).
6. Candi-candi Budha di Jawa Barat ; Candi Jiwo (Batu Jaya, Karawang), Candi Bindongan (Karawang), Komplek Candi Cibuaya (Cibuaya, Karawang).
7. Candi-candi Budha di Jawa Tengah ; Candi Mendut (Magelang), Candi Pawon (Magelang), Candi Borobudur (Magelang).
8. Candi Budha di Yogyakarta ; Candi Sari, Candi Sewu, Candi Kalasan.
b. Patung Buddha
Wujudnya Sang Budha tampil dalam berbagai posisi, tiap posisi mengandung arti / makna dan menghadap ke arah tertentu.
c. Prasasti
1. Kedukan Bukit (683), Pulau Talang Tuo (684), Pulau Telaga Batu. (ditemukan dekat Palembang).
2. Pulau Kotakapur (dekat Bangka). Pulau Karang Berahi (dekat Jambi).
2. Kerajaan Sriwijaya pusat agama Buddha
Berdiri abad ke-7 M di Sumatera. Pusat kerajaan berada di Palembang, Sumatera Selatan (di muara S. Musi) mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Balaputeradewa. Berita tentang Sriwijaya dapat diketahui dari 5 buah prasasti :
a. Prasarti Kedudukan dan Bukit dekat Palembang, Sumatera Selatan.
b. Prasasti Talang Tuo dekat Palembang.
c. Prasasti Telaga Batu dekat Palembang.
d. Prasasti Kota Kapur di Pulau Bangka
e. Prasasti Karang Berahi di daerah Jambi.
Wilayah Kerajaan Sriwijaya, yaitu hampir seluruh pulau Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Semenanjung Melayu, Selat Malaka, Selat Karimata, Selat Sunda. Sehingga Sriwijaya disebut kerajaan nasional pertama. Sriwijaya memiliki angkatan laut yang kuat dapat menguasai selat Malaka, Karimata, dan Sunda sebagai jalur perdagangan India dan Cina sehingga Sriwijaya disebut Kerajaan Maritim. I-Tsing adalah pendeta Budha berasal dari Cina memperdalam agama Budha dan menterjemahkan kitab Suci Budha yang berbahasa Sansekerta ke dalam bahasa Cina dan banyak menulis tentang Sriwijaya. Dua orang mahaguru agama Budha dari India adalah Sakyakirti dan Dharmapala.
Keruntuhan Sriwijaya
Pada abad ke-11 (tahun 1025) kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran. Apalagi setelah diserang oleh Raja Colamandala dari India Selatan. Raja Sanggarama Wijaya tunggawarman ditawan oleh musuh. Pada tahun 1377, kerajaan Majapahit menyerbu kerajaan Sriwijaya.
Kejayaan Sriwijaya berhasil menjadi kerajaan besar karena faktor berikut :
1. Sriwijaya merupakan persimpangan dan pusat lalu lintas antara India dan Cina
2. Sriwijaya sebagai kerajaan maritim dan pusat perdagangan di Asia Tenggara
3. Sriwijaya sebagai pusat pendidikan dan penyebaran agama Budha
Sriwijaya berhasil mendirikan bangunan suci. Bangunan suci antara lain : Candi Muara Takus yaitu candi yang berbentuk stupa dari biara Bahal.
C. Kerajaan dan Peninggalan Sejarah Islam
1. Peninggalan sejarah Islam di Indonesia
a. Masjid
Masjid merupakan seni arsitektur Islam yang paling menonjol. Masjid adalah tempat peribadatan umat Islam. Berbeda dengan masjid-masjid yang ada sekarang, atap masjid peninggalan sejarah biasanya beratap tumpang bersusun. Semakin ke atas atapnya makin kecil. Jumlah atap tumpang itu biasanya ganjil, yaitu tiga atau lima. Atap yang paling atas berbentuk limas. Di dalam masjid terdapat empat tiang utama yang menyangga atap tumpang.
Pada bagian barat masjid terdapat mihrab. Di sebelah kanan mihrab ada mimbar. Di halaman masjid biasanya terdapat menara. Keberadaan menara tidak hanya untuk menambah keindahan bangunan masjid. Fungsi menara adalah sebagai tempat muazin mengumandangkan azan ketika tiba waktu salat. Sebelum azan dikumandangkan, dilakukan pemukulan tabuh atau beduk.
Contoh masjid peninggalan sejarah Islam adalah Masjid Agung Demak dan Masjid Kudus. Masjid Agung Demak dibangun atas perintah Wali Songo. Pembangunan masjid dipimpin langsung oleh Sunan Kalijaga. Masjid Demak tidak memiliki menara. Sementara masjid Kudus didirikan oleh Sunan Kudus.
Masjid Agung Demak. Pembangunan masjid dipimpin langsung oleh Sunan Kalijaga. Salah satu keunikan Masjid Agung Demak adalah salah satu tiangnya terbuat dari susunan tatal. Konon, tiang ini dibuat oleh Sunan Kalijaga. Tiang dari tatal ini kemudian diganti ketika Masjid Agung Demak dipugar pada tahun 1980. Potongan tiang tatal ini masih tersimpan di bangsal belakang masjid. Berikut ini daftar masjid-masjid peninggalan sejarah kerajaan Islam.
b. Kaligrafi
Kaligrafi adalah tulisan indah dalam huruf Arab. Tulisan tersebut biasanya diambil dari ayat-ayat suci Al Quran. Kaligrafi digunakan sebagai hiasan dinding masjid, batu nisan, gapura masjid dan gapura pemakaman. Batu nisan pertama yang ditemukan di Indonesia adalah batu nisan pada makam Fatimah binti Maimun di Leran, Surabaya. Sedangkan kaligrafi pada gapura terdapat di gapura makam Sunan Bonang di Tuban, gapura makam raja-raja Mataram, Demak, dan Gowa.
c. Istana
Istana adalah tempat tinggal raja atau sultan beserta keluarganya. Istana berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Adanya istana sebenarnya karena pengaruh Hindu dan Buddha. Setelah Islam masuk, tradisi pembangunan istana masih berlangsung. Akibatnya, pada bangunan istana yang bercorak Islam, pengaruh Hindu dan Buddha masih tampak. Saat ini peninggalan Islam yang berupa Istana tinggal beberapa saja. Contohnya : Istana Kesultanan Ternate dan Tidore.
d. Kitab
Kesusastraan Islam berkembang di Jawa dan Sumatra. Peninggalan karya sastra yang bercorak Islam adalah suluk dan hikayat. Suluk dan hikayat ada yang ditulis dalam bahasa daerah ada juga yang ditulis dalam bahasa Arab. Ada juga suluk yang diterjemahkan dalam bahasa Melayu. Suluk dan hikayat dibuat untuk mempermudah masyarakat Indonesia menangkap ajaran Islam.
Beberapa suluk terkenal adalah syair Si Burung Pingai dan syair Perahu karya Hamzah Fansuri serta syair Abdul Muluk dan syair gurindam dua belas karya Ali Haji. Syair gurindam dua belas berisi nasihat kepada para pemimpin agar mereka memimpin dengan bijaksana. Ada juga nasihat untuk rakyat biasa agar mereka menjadi terhormat dan disegani oleh sesama manusia. Syair Abdul Muluk menceritakan Raja Abdul Muluk.
Hikayat adalah cerita atau dongeng yang isinya diambil dari kejadian sejarah. Di pulau Jawa, hikayat dikenal dengan nama babad. Babad tanah Jawa menceritakan kerajaan-kerajaan yang terdapat di Jawa. Cerita tersebut dimulai dari kerajaan Hindu-Buddha sampai kerajaan Islam. Di Aceh ada beberapa jilid Bustan Al-Salatin yang berisi riwayat nabi-nabi, riwayat sultansultan Aceh, dan penjelasan penciptaan langit dan bumi. Kitab ini ditulis oleh Nuruddi Ar-Raniri.
e. Pesantren
Sejak masuknya Islam ke Indonesia, pesantren merupakan lembaga yang mengajarkan Islam. Pesantren pertama kali didirikan di daerah Jawa dan Madura oleh para kiai. Pesantren pertama ini dibangun pada masa Sunan Ampel yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. Pesatren kemudian berkembang pesat dan melahirkan kelompok-kelompok terpelajar. Para santri belajar bahasa Arab, kitab Kuning, fiqih, pendalaman Al Quran, tahuhid, akhlak, dan tradisi tasawuf.
Beberapa pesantren besar yang ada di Indonesia antara lain Pesantren Tebuireng di Jombang, Pesantren Lasem di Rembang, Pesantren Lirboyo di Kediri, Pesantren Asembagus di Situbondo, Pesantren As-Shiddiqiyyah di Jakarta, Al-Kautsar Medan.
f. Tradisi
Beberapa tradisi Islam kita warisi sampai sekarang, antara lain ziarah ke makam, sedekah, sekaten.
1. Ziarah, yaitu kegiatan mengunjungi makam. Ziarah berkembang bersama dengan tradisi lain. Di Jawa, misalnya pengunjung di sebuah makam melaksankan ziarah dengan cara melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut adalah membaca Al Quran atau kalimat syahadat, berdoa, begadang untuk semadi, atau tidur dengan harapan memperoleh firasat dalam mimpi.
2. Sedekah, acara keluarga dengan mengundang tetangga sekitar. Sedekah untuk peristiwa gembira disebut syukuran. Sedekah untuk peristiwa sedih atau meminta perlindungan, disebut selamatan. Sedekah meminta sesuatu disebut hajatan.
3. Sekaten, yaitu perayaan Maulid Nabi Muhammad dalam budaya Jawa. Perayaan Sekaten dikenal di Yogyakarta, Surakarta, Jawa Timur, dan Cirebon.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar