Selasa, 26 Juli 2016

KAMIKAZE!


Hai para pengunjung blog!

Setelah sekian lama nggak posting tentang sejarah (karena memang liburan), akhirnya hari ini bisa posting lagi artikel baru tentang sejarah.

Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang "Kamikaze". Pertama kali denger kata Kamikaze pasti langsung ngeh kalo itu adalah bahasa Jepang. Bukan berniat menjadi sok wibu (maniak hal-hal berbau Jepang), tapi karena memang ini tugasnya, yaudah dibaca aja lah ya. :D



Kamikaze (神風 kamikaze; secara harafiah berarti "angin dewa") adalah sebuah istilah bahasa Jepang yang berasal dari nama angin topan dalam legenda yang disebut-sebut telah menyelamatkan Jepang dari invasi Mongol pada tahun 1281.

"Kamikaze" dalam bahasa Inggris umumnya merujuk kepada serangan bunuh diri yang dilakukan awak pesawat Jepang pada akhir kampanye Pasifik Perang Dunia II terhadap kapal-kapal laut Sekutu sementara "kamikaze" dalam bahasa Jepang hanya merujuk kepada angin topan tersebut.

Menjelang akhir Perang Dunia II, industri pesawat terbang Jepang yang saat itu berlokasi di Pulau Jawa wilayah RI telah mengorbankan 2.525 Buah pesawat terbang yang digunakan dalam misi kamikaze, dan angkatan udara jepang telah mengorbankan 1.387 pilot terbaiknya untuk digunakan dalam misi yang sama ( Misi kamikaze-Red ). Menurut pengumuman resmi pihak militer Jepang untuk melakukan misi menengelamkan 81 kapal dan merusakkan 195 buah kapal perusak ( Destroyer ) milik pasukan sekutu pihak militer Jepang telah kehilangan hampir 80% dari kekuatan armada tempurnya. Akan tetapi Pihak Sekutu menyatakan bahwa Jepang mengerahkan Sekitar 2.800 Pilot Kamikaze yang menengelamkan 34 kapal Angkatan Laut, merusakkan 368 orang lain, membunuh 4.900 awak kapal, dan melukai di atas 4.800 orang pasukan sekutu. Sekitar 20% dari jumlah kapal yang dimiliki pasukan sekutu tenggelam oleh serangan yang dilancarkan pilot kamikaze milik armada perang Jepang saat itu.

Saat perang berakhir tanggal 15 Agustus tinggal 54 dari 200 pilot Ohka dan Kembu yang masih hidup. Secara keseluruhan, sekitar 4500 pilot kamikaze (2500 pilot Angkatan Laut dan 2000 pilot Angkatan Darat) yang menabrakkan diri sampai mati dalam waktu sekitar 10 bulan puncak penyerangan mereka.

Penerbangan Kamikaze terakhir dilakukan pada hari terakhir perang ketika sebuah penerbangan dari 11 Pembom Judy, masing-masing membawa bom seberat 880 kg berangkat dari Pangkalan Udara Angkatan Laun Oita di Kyushu menuju Okinawa. Misi jam ke-11 itu dipimpin sendiri oleh Vice Admiral Matome Ugaki, komandan Armada Udara ke-5 yang ingin mati sebagai seorang samurai karena merasa, "Saya sudah mengirim begitu banyak pilot untuk mati".

Kalahnya Jepang juga memukul organisator unit Kamikaze pertama Vice Admiral Tekijiro Ohnishi. Pada hari itu dia memanggil padar staf perwiranya di kediaman resminya. Saat pertemuan terakhir Ohnishi menuliskan pesan terakhir "Untuk jiwa-jiwa tentaraku saya menghaturkan penghargaan setinggi-tingginya untuk keberanian yang telah dilakukan. Dalam kematian aku minta maaf kepada jiwa-jiwa para pemberani ini dan juga kepada keluarganya".

Melengkapi testamennya yang terakhir, pada pagi harinya tanggal 16 Agustus, Ohnishi menghunjamkan pedang samurainya ke bagian perutnya. Ia melakukan upacara bunuh diri tradisional, hara-kiri (seppuku).

Minggu, 15 Mei 2016

ATLANTIC CHARTER

Atlantic Charter atau Piagam Atlantik adalah sebuah deklarasi bersama yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt pada tanggal 14 Agustus 1941 di atas kapal perang Kerajaan Inggris HMS Prince of Wales (53) di perairan Samudera Atlantik, tepatnya di wilayah Argentia, Newfoundland, Kanada.
Dalam Piagam Atlantik terdapat 8 poin penting mengenai:
  1. tidak ada lagi wilayah yang dicari oleh Amerika Serikat atau Inggris;
  2. pengaturan sebuah wilayah harus sesuai dengan kehendak masyarakat bersangkutan;
  3. hak untuk menentukan nasib sendiri;
  4. pengurangan rintangan perdagangan;
  5. memajukan kerjasama ekonomi dunia dan peningkatan kesejahteraan sosial;
  6. kebebasan berkehendak dan bebas dari kekhawatiran;
  7. menciptakan kebebasan di laut lepas;
  8. pelucutan senjata di seluruh dunia pasca perang

WILSON'S FOURTEEN POINT

Wilson's Fourteen Point atau Empat Belas Pasal Wilson adalah empat belas pasal yang diajukan Amerika Serikat setelah berakhirnya Perang Dunia I.  Pasal ini dinyatakan oleh Presiden Woodrow Wilson dalam sebuah pidato pada 8 Januari 1918. Secara garis besar pasal ini dapat dirumuskan sebagai penekanan akan “kemerdekaan politik, demokrasi dan perdamaian tanpa kemenangan”. Pasal terakhir bahkan berisi gagasan ke arah pembentukan suatu persekutuan umum bangsa-bangsa untuk menjamin kemerdekaan politik semua negara. Pasal ini juga menjadi dasar dari program perdamaian.

ISI PASAL
  1. Tidak ada lagi perjanjian rahasia.
  2. Navigasi bebas di semua lautan.
  3. Mengakhiri hambatan ekonomi antarnegara.
  4. Negara harus mengurangi jumlah senjata.
  5.  Semua keputusan koloni tidak boleh memihak.
  6. Tentara Jerman harus meninggalkan Rusia. Rusia harus dibiarkan mengembangkan politiknya sendiri.
  7.  Belgia harus independen seperti sebelum terjadi perang.
  8. Perancis sepenuhnya dibebaskan dan diizinkan untuk memulihkan Alsace-Lorraine.
  9. Semua orang Italia diizinkan untuk tinggal di Italia.
  10. Penentuan nasib sendiri diberikan kepada semua orang yang tinggal di Austria-Hungaria.
  11. Penentuan nasib sendiri dan jaminan kemerdekaan diberikan kepada Balkan.
  12. Orang-orang Turki harus dipimpin oleh pemeritahan Turki. orang non-Turki yang berada di kekaisaran Turki harus mengatur diri mereka sendiri.
  13. Polandia harus memiliki akses ke laut dalam kemerdekaannya.
  14. Liga Bangsa-Bangsa harus dibentuk untuk menjamin kemerdekaan politik dan teritorial semua negara.

FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PERGERAKAN NASIONAL DI INDONESIA

  • Faktor Intern 
ada beberapa faktor, meliputi :
 
• Adanya kaum cerdik pandai 
• Penderitaan, penindasan dan perlakuan deskriminatif 
• Pengaruh politik balas budi 
• Sejarah Masa Lampau yang Gemilang 
• Pengaruh Perkembangan Pendidikan Barat di Indonesia 
• Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia 

  • Faktor Eksternal
ada 3 faktor eksternal, berikut ;

1. Kemenangan Jepang melawan Rusia pada tahun 1905 
Perjalanan sejarah dunia menunjukkan bahwa ketika pada tahun 1904-1905 terjadi peperangan antara Jepang melawan Rusia, ternyata yang keluar sebagai pemenang dalam peperangan itu adalah Jepang. Hal ini memberikan semangat juang terhadap para pelopor pergerakan nasional di Indonesia. 

2.  Masuknya paham-paham baru ke Indonesia 

Nasionalisme 
Arti luas: perasaan cinta terhadap bangsa dan tanah airnya Terbentuk karena persamaan nasib, budaya, karakter, dan keinginan hidup bersama Arti sempit: perasaan cinta terhadap bangsa yang berlebihan sehingga memandang rendah bangsa lain (chauvinisme) 

Liberalisme 
Dari kata Liberty yang artinya bebas Dicetuskan Adam Smith dalam buku “Wealth of Nations” tentang perjuangan ekonomi Liberal dan mengecam campur tangan pemerintah dalam masalah ekonomi. Juga mempengaruhi bidang politik dan agama Adanya paham Liberalisme memunculkan keinginan menentukan nasib sendiri 

Sosialisme 

Menekankan perhatian pada masyarakat secara keseluruhan Muncul karena perkembangan industrialisasi sebagai dampak liberalisme yang melahirkan golongan kapitalis, Golongan kapitalis mengeksploitasi kaum proletar/kaum miskin (buruh) Kaum proletar bangkit menyuarakan agar segalanya menjadi milik bersama 
Tokoh : Karl Marx dari Jerman 

Pan-Islamisme 
Paham yang menginginkan / mencita-citakan manifestasi dari prinsip islam mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan antar umat islam di seluruh dunia. Al-wahdah al-islamiyah / al-ittihad al-islamiyah : Umat islam merupakan satu kesatuan yang utuh dan universal di seluruh dunia tanpa kecuali

3. Perkembangan nasionalisme di kawasan Asia-Afrika khususnya di kawasan Asia Tenggara pada paruh pertama abad ke-20

• Nasionalisme di Filipina 
• Nasionalisme di Vietnam 
• Nasionalisme di Myanmar 

Senin, 04 April 2016

KONGSI DAGANG NEGARA EROPA

Kongsi Dagang Inggris

East India Company


Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Britania (East India Company, atau lengkapnya bahasa Inggris: British East India Company), kadangkala disebut sebagai John Company, merupakan sebuah perusahaan saham-gabungan dari para investor, yang diberikan Royal Charter oleh Elizabeth I pada 31 Desember 1600, dengan tujuan untuk menolong hak perdagangan di India. Royal Charter (Piagam Kerajaan) secara efektif memberikan perusahaan yang baru berdiri ini sebuah monopoli dalam seluruh perdagangan di Hindia Timur. Perusahaan berubah dari sebuah gabungan perdagangan komersial ke salah satu yang memerintah India ketika perusahaan ini mengambil fungsi pemerintahan dan militer tambahan, sampai pembubarannya pada 1858.

Adam Smith menulis, "Perbedaan antara konstitusi Britania yang jenius yang melindungi dan memerintah Amerika Utara, dan dari yang perusahaan perdagangan menekan dan mendominasi Hindia Timur, tidak dapat mungkin dapat digambarkan dari perbedaan "state" dari negara-negara tersebut."

Kongsi Dagang Portugis

Compagnie des Indies

The French East India Company ( Perancis : Compagnie française pour le perdagangan des Indes orientales ) adalah sebuah perusahaan komersial , yang didirikan pada tahun 1664 untuk bersaing dengan Inggris (kemudian Inggris ) dan Belanda East India perusahaan di Hindia Timur .

Direncanakan oleh Jean - Baptiste Colbert , itu disewa oleh Raja Louis XIV untuk tujuan perdagangan di belahan bumi Timur . Ini dihasilkan dari fusi tiga perusahaan sebelumnya, 1660 Compagnie de Chine , Compagnie d' Orient dan Compagnie de Madagascar . Pertama Direktur Jenderal Perseroan adalah De Faye , yang disatukan dua Direktur milik dua organisasi perdagangan yang paling sukses pada saat itu : François Caron , yang telah menghabiskan 30 tahun bekerja untuk Perusahaan India Timur Belanda , termasuk lebih dari 20 tahun di Jepang,  dan Marcara Avanchintz , seorang pedagang dari Ispahan , Persia .

Kongsi Dagang Spanyol

Spanish East Indies

The Spanyol Hindia (Indias orientales españolas) adalah wilayah Spanyol di Asia-Pasifik dari 1565 sampai 1898. Ini terdiri Kepulauan Filipina, Guam dan Kepulauan Mariana, Kepulauan Caroline (Palau dan Negara Federasi Mikronesia), bagian dari Formosa (Taiwan) dan Maluku. Cebu adalah kursi pertama pemerintahan, kemudian dipindahkan ke Manila. Dari 1565-1821 wilayah tersebut, bersama-sama dengan Spanyol West Indies, yang diberikan melalui Sub Kerajaan Spanyol Baru yang berbasis di Mexico City.

Raja Spanyol tradisional menyebut dirinya "Raja dari Timur dan Barat Hindia" (Rey de las Indias orientales y occidentales). [A] Setelah kemerdekaan Meksiko, mereka diperintah langsung dari Madrid.


Urusan administrasi dari Spanyol Hindia ditangani oleh Kapten Jenderal Filipina dan Real Audiencia Manila. Setelah Perang Spanyol-Amerika pada tahun 1898, sebagian besar pulau-pulau ditempati oleh Amerika Serikat sementara wilayah sisanya dijual ke Jerman selama Perjanjian Jerman-Spanyol 1899.

MACAM KOLONIALISME DAN IMPERIALISME

Macam-macam kolonialisme :

1.Koloni domisili : penduduk suatu negara menduduki daerah koloni (asimilasi dan pendudukan)
2.Koloni libensraum : terjadi ledakan penduduk di negara induk, sehingga sejumlah orang mencari ruang hidup di wilayah baru
3.Koloni deportasi : daerah koloni digunakan untuk menempatkan tahanan politik
4.Koloni eksploitasi : daerah koloni dieksploitasi SDA dan SDM-nya untuk keuntungan financial
5.Koloni defensi : daerah koloni berupa pulau-pulau untuk kepentingan pertahanan
6.Koloni netral : pendudukan sebuah wilayah untuk tempat tinggal tanpa ada pretense lain.

Macam-macam imperialisme

Berdasarkan waktu munculnya

Imperialisme kuno

Waktu: sebelum terjadinya Revolusi Industri di Inggris tahun 1760.
Tujuan: 3G, yaitu:
Gold = mencari emas atau sumber daya alam
Gospel = menyebarkan agama
Glory = mencari kejayaan bangsa
Contoh: Portugis, Spanyol, Belanda.

Imperialisme modern
Waktu: setelah Revolusi Industri sampai Perang Dunia II.
Tujuan: menguasai suatu negara atau daerah untuk dijadikan sebagai:
Tempat mencari sumber bahan baku industri
Tempat penanaman modal
Tempat menampung kepadatan penduduk
Tempat pemasaran hasil industri
Contoh: Inggris, Jepang.

Imperialisme ultra modern
Waktu: setelah Perang Dunia II sampai sekarang.
Tujuan: menguasai aspek kepribadian, mentalitas, ideologi masyarakat dari negara yang dikuasai.
Contoh: perang dingin, terorisme, narkoba.


Berdasarkan tujuan penguasaannya

Imperialisme politik
Merupakan bentuk imperialisme di mana penjajah menguasai seluruh kehidupan politik dari negara lain. Imperialisme jenis ini dilakukan dalam bentuk proktektorat. Contoh: Inggris menguasai Singapura, India, Australia, Malaysia, dan negara tersebut dijadikan negara proktektorat Inggris.

Imperialisme ekonomi
Imperialisme yang bertujuan untuk menguasai aspek perekonomian dari negara yang dikuasai. Contoh: Jepang menguasai perekonomian Indonesia dengan menerapkan sistem dumping.

Imperialisme kebudayaan
Imperialisme yang dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai kebudayaan ke negara yang dijajah, misalnya pemaksaan tradisi seikerei oleh Jepang, penggunaan bahasa Inggris di negara yang dijajah seperti di Amerika Serikat, Australia, dll.

Imperialisme militer

Suatu bentuk imperialisme di mana penguasaan suatu daerah ditujukan untuk kepentingan perang, misalnya untuk pangkalan militer.

KOLONIALISME? IMPERIALISME?

Pada abad ke-15 merupakan era pencerahan atau juga renaisans di Benua Eropa. Renaisansmerupakan suatu awal dari bangkitnya ilmu pengetahuan di benua Eropa yang sebelumya itu sangat sulit berkembang dikarenakan doktrin-doktrin gereja yang sangat mengekang. Salah satu dari pencapaian yang sangat besar pada masa tersebut adalah munculnya teori heliosentris yang mengatakan ialah bahwa matahari merupakan pusat dari tata surya dan juga bumi itu berbentuk bulat.
Paham dari heliosentris inilah yang menjadikan salah satu faktor yang mendorong bangsa Eropa itu untuk dapat melakukan penjelajahan ke seluruh penjuru dunia.
Selain Disebabkan karena adanya kepercayaan bahwa bumi itu bulat, bangsa Eropa itu jadi terdorong untuk dapat melakukan penjelajahan dengan tujuan untuk dapat mendatangi negeri – negerri timur yang kaya. Namun tetapi pada akhirnya, tujuan itu pun berubah menjadi praktik penjajahan serta juga Indonesia juga tak luput dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa barat itut. Praktik dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa barat tersebut dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu kolonialisme dan juga imperialisme. kolonialisme dan juga imperialisme ialah 2 istilah yang akan kita bahas di artikel kali ini.
Pengertian Kolonialisme
Kolonialisme itu berasal dari kata colunus (colonia) yang berarti suatu usaha untuk dapatmengembangkan kekuasaan suatu negara atau wilayah yang diluar wilayah negara tersebut. Kolonialisme pada umumnya itu bertujuan untuk dapat mencapai dominasi ekonomi dari sumber daya, manusia, serta juga perdagangan di suatu wilayah. Wilayah koloni pada umumnya merupakan daerah-daerah yang kaya akan bahan mentah yang merupakan keperluan dari negara-negara yang melakukan kolonialisme.
Pengertian Imperialisme

Imperialisme adalah suatu usaha memperluas kekuasaan suatu negara atau wilayah untuk dapat menguasai negara lain. Imperialisme tersebut dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam, yakni imperialisme kuno dan imperialisme modern. Imperialisme kuno itu berlangsung sebelum revolusi industri serta juga bertujuan untuk dapat mempunyai kekayaan (gold), dan mencapai kejayaan (glory), serta juga menyebarkan agama (gospel). Spanyol serta juga portugis ialah negara yang menjalankan imperialisme kuno. Sementara Inggris adalah negara yang menganut imperialisme modern.